If You Love Me More [7/?]

Gambar

Title     : If You Love Me More 7

Author : Dyah Lee

Cast     :   Cho Kyuhyun, Lee Eun Kyo, Hwang Mi Young, Lee Donghae, Jung Soo Jung

Genre : Romance

Rating : G

Note   : Maaf jika banyak typo yang bertebaran.

 

 

***

 

 

 

AUTHOR POV

 

“Aku, sangat menyukaimu”

 

“Ne?”Kyuhyun tersentak mendengar ucapan Eun Kyo yang lebih mirip seperti sebuah gumaman itu. Ditatapnya gadis yang ada disampingnya itu ingin menuntut penjelasan dengan apa yang baru saja diucapkan.

 

“Aniyo. Kau salah dengar”Eun Kyo sedikit gelagapan menjelaskan maksud dari ucapannya. Merutuki kebodohannya yang bisa begitu saja mengucapkan kata-kata yang Eun Kyo hindari jika berada di dekat Kyuhyun. Tapi entah kenapa disaat seperti ini kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir gadis itu.

 

“Ya! Tadi kau mengatakan sangat menyukai. Menyukai apa eo?”Tanya Kyuhyun kembali memastikan apa yang dikatakan oleh Eun Kyo. Kyuhyun memang mendengarnya, tetapi tidak begitu jelas. Sepertinya ada sesuatu yang ingin diutarakan oleh gadis bermarga Lee itu.

 

Kyuhyun masih menunggu jawaban Eun Kyo. Terus menatap Eun Kyo yang kini tengah menundukkan kepalanya. Sudah hampir tiga menit gadis itu hanya diam, bahkan tidak menatap wajah Kyuhyun.

 

“Aku,, aku me,, aku menyukai es krim ini. Ya, aku sangat menyukai es krim ini”Dusta Eun Kyo tersenyum membalas tatapan Kyuhyun. Pria itu menaikkan sebelah alisnya mendengar jawaban Eun Kyo. Hanya itu? Jadi sedari tadi Eun Kyo hanya ingin mengatakan bahwa ia menyukai ice cream coklat? Ya Tuhan, gadis itu benar-benar ingin membuat Kyuhyun mati penasaran.

 

“Hanya itu? Lee Eun Kyo, kau sengaja ingin membuatku penasaran? Kau tidak perlu mengatakannya pun aku sudah tahu kau begitu tergila-gila dengan es krim coklat. Kau dan aku sama-sama penggila coklat”Kyuhyun terkekeh geli menyadari gadis disampingnya itu sepertinya hanya ingin membuat sebuah lelucon. Bagaimana bisa Eun Kyo terlihat begitu serius ketika mengungkapkan bahwa ia menyukai ice cream itu, sungguh itu sangat lucu.

 

Eun Kyo menghembuskan napasnya. Sungguh melegakan, ia pikir Kyuhyun benar-benar mendengar ungkapan isi hatinya. Untung saja ia bisa mengubah topik yang ia katakan sebelumnya, jika tidak Eun Kyo tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.

 

“Maukah kau berkunjung ke rumahku nanti malam? Aku akan menyiapkan makan malam untukmu, anggap saja sebagai ucapan terimakasih karna kau sudah mengajakku jalan-jalan hari ini”

 

“Seharusnya kau tidak perlu melakukannya, tapi jika kau memaksa aku akan datang”Kyuhyun tersenyum setelah menerima tawaran Eun Kyo.

 

Senyuman itu terlihat juga dibibir Eun Kyo. Malam ini ia harus bersiap-siap memasakkan makanan kesukaan Kyuhyun. Ayolah, walaupun sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu tetapi Eun Kyo masih ingat makanan kesukaan Kyuhyun saat masih kecil. Makanan itu juga yang selama ini selalu dipelajari dan dibuat oleh Eun Kyo dan ingin disajikan untuk Kyuhyun seperti saat ini.

 

Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk menikmati hembusan angin yang begitu menyejukkan di taman sembari berbincang-bincang, Kyuhyun dan Eun Kyo memutuskan untuk pulang ke rumah. Kyuhyun juga ingin memberikan Eun Kyo waktu untuk menyiapkan bahan-bahan makanan untuk membuat masakan yang akan disajikan nanti malam khusus untuknya.

***

 

Jam kini menunjukkan pukul tujuh malam. Terlihat seorang gadis tengah berkutat dengan berbagai macam bahan makanan yang bisa dibilang cukup banyak tergeletak di atas meja dapur. Gadis itu terlihat begitu sibuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya malam ini.

 

TING TONG

 

Tiba-tiba suara bel rumah terdengar cukup nyaring memenuhi seluruh penjuru rumah. Si pemilik rumah yang saat ini tengah berkutat di dapur pun dengan terburu-buru melepaskan celemek berwarna birunya dan menghentikan aktivitas memasaknya. Ia berjalan menghampiri pintu rumah dan segera membuka pintunya untuk melihat siapa orang yang ada didepan sana.

 

“Kyuhyun-ah?”Panggil gadis itu sedikit terkejut melihat pria itu sudah berdiri disana dengan sebuah senyuman yang terlihat begitu mempesona.

 

“Apa aku datang terlalu cepat Nona Lee? Sepertinya aku sudah tidak sabar mencicipi masakan buatanmu”Ujar Kyuhyun begitu antusias. Lee Eun Kyo, gadis itu hanya bisa tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang terlihat begitu penasaran menantikan hasil masakannya yang sebenarnya belum selesai ia kerjakan.

 

Eun Kyo pun mempersilakan Kyuhyun memasuki rumahnya. Gadis itu berjalan kembali ke arah dapur untuk melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, diikuti oleh Kyuhyun yang mengekor dibelakang Eun Kyo ingin menyaksikan bagaimana keseriusan gadis itu ketika memasak di dapur.

 

“Sepertinya aku memang datang terlalu cepat”Ujar Kyuhyun ketika melihat bahan makanan yang masih utuh bertebaran diatas meja.

 

“Gwaenchana. Kau bisa menemaniku memasak, atau kau mungkin bisa membantuku?”

 

“Sedikit aneh jika aku ikut andil dalam proses memasak makanan yang akan kumakan nantinya. Tapi sepertinya itu cukup menyenangkan. Baiklah mana yang perlu aku kerjakan?”

 

Kyuhyun mulai mengambil alih bahan makanan yang ditunjuk Eun Kyo untuk dipotong-potong olehnya. Kyuhyun sedikit kesulitan melakukannya, mengingat selama ini ia tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di dapur untuk memasak. Pria itu pergi ke dapur hanya sekedar mengambil air minum ataupun hal lain selain memasak.

 

Eun Kyo hanya bisa tertawa melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat lucu. Pria itu terus bergumam tidak jelas menatap bahan makanan yang terlihat begitu sulit untuk dipotong olehnya.

 

“Akh—”Ringis Kyuhyun tiba-tiba menjatuhkan pisau yang ia gunakan untuk memotong ke lantai. Dipegangnya tangan kiri Kyuhyun yang terlihat mengeluarkan cairan kental berwarna merah dengan kuat.

 

“Omo! Kyuhyun-ah, tanganmu berdarah”Eun Kyo terlihat begitu panik melihat keadaan Kyuhyun saat ini. Eun Kyo mencoba untuk menghentikan aliran darah dari jari pria itu dengan mengisap jari yang terkena goresan pisau itu dengan hati-hati.

 

Setelah itu Eun Kyo mengambil kotak obat dan segera mengobati tangan Kyuhyun yang tergores pisau.

 

“Seharusnya kau lebih berhati-hati”Ujar Eun Kyo setelah selesai menutup luka di jari Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi ucapan Eun Kyo yang terlihat begitu mengkhawatirkan keadaannya.

 

“Ini luka kecil. Kau tidak perlu khawatir”

 

“Kalau begitu lebih baik kau duduk saja, aku tidak mau kau menambah luka goresan itu dijarimu yang lain. Aku yang akan melanjutkan pekerjaanmu dan segera menyelesaikan masakan ini”Eun Kyo mendorong tubuh Kyuhyun dari belakang, membawa pria itu untuk duduk di balik pantry tempat Eun Kyo memasak.

 

Kyuhyun hanya bisa pasrah menerima perlakuan sahabatnya itu. Dengan senang hati Kyuhyun mendudukkan dirinya disalah satu kursi yang ada disana sembari mengamati Eun Kyo yang kembali berkutat dengan masakannya. Senyum terus tersungging dibibir Kyuhyun saat melihat Eun Kyo yang tengah sibuk memasak makanan untuknya, gadis itu terlihat begitu fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya sampai tidak menghiraukan sesuatu yang ada disekitarnya. Ekspresi dan gerak-gerik gadis itu membuat Kyuhyun terus memperhatikannya, entah kenapa melihat Eun Kyo saat ini membuat pria itu begitu terpesona.

 

Teman masa kecilnya yang kini sudah berubah menjadi gadis yang begitu dewasa, bagaimana bisa membuat Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Sesuatu hal yang tidak pernah ia rasakan ketika bersama Hwang Mi Young, gadis yang selama ini dikaguminya.

 

 

 

“Sepertinya aku akan sering memintamu memasakan makanan kesukaanku lain waktu”Kyuhyun menghirup udara malam yang menurutnya menyegarkan itu. Sekarang mereka berada di teras belakang rumah Eun Kyo. Menikmati suasana malam hari dengan duduk disebuah ayunan panjang terbuat dari kayu itu.

 

“Kau tahu Kyo-ya, masakanmu sangat enak. Aku rasa kau bisa membuka bisnis restoran”Ujar Kyuhyun terus menatap ke depan, menikmati hembusan angin malam yang bisa dibilang cukup dingin. Namun tidak sampai membuat Kyuhyun berhenti menikmatinya.

 

“Lee Eun Kyo, apa kau mendengarku?”Kyuhyun kembali berbicara saat tidak ada satupun respon yang diberikan oleh gadis yang ada disampingnya itu.

 

Kyuhyun memutuskan untuk menengok ke arah sampingnya, melihat apa yang sedang dilakukan oleh Eun Kyo sehingga membuat gadis itu sama sekali tidak merespon ucapannya. Saat ini, kedua mata gadis itu tengah menatap ke atas. Entah apa yang dilihatnya hingga membuat Eun Kyo tidak mendengar apa yang Kyuhyun ucapkan. Sesekali Eun Kyo tersenyum tipis melihat pemandangan yang sepertinya sedang ia nikmati. Kyuhyun kembali tertegun melihat ekspresi gadis itu, menikmati setiap lekukan-lekukan sempurna diwajah gadis itu dari samping membuat Kyuhyun bungkam seketika.

 

“Eoh! Kau kenapa? Apa ada sesuatu diwajahku?”Tanya Eun Kyo tiba-tiba saat menyadari Kyuhyun tengah menatapnya. Ia sedikit terkejut saat memutar kepalanya kesamping menemukan Kyuhyun sedang menatapnya tanpa ekspresi.

 

“Eoh? Aniyo. Hanya saja sepertinya di atas ada sesuatu yang lebih menarik perhatianmu dibandingkan dengan ucapanku”

 

“Mwo? Apa aku tidak memperhatikan ucapanmu? Maaf. Aku tidak bermaksud melakukannya, hanya saja—”

 

“Hanya saja?”

 

“Hanya saja aku terlalu terhanyut menikmati pemandangan bulan dan bintang-bintang itu”Eun Kyo mengangkat tangannya menunjuk benda-benda langit itu yang menjadi objek perhatiannya sejak beberapa menit yang lalu.

 

“Kau suka bulan dan bintang-bintang itu?”Tanya Kyuhyun melihat benda yang ditunjuk oleh Eun Kyo. Bulan yang bersinar cukup terang dan puluhan bahkan mungkin ratusan bintang yang mengelilingi bulan itu.

 

“Eung. Bulan dan bintang selalu bersama-sama bukan, mereka terlihat begitu kompak menerangi malam yang gelap. Eomma bilang jika merindukan seseorang kau hanya perlu melihat bulan dan bintang-bintang diatas langit itu, dengan begitu kau—”Eun Kyo menghentikan ucapannya. Gadis itu benar-benar tidak menyadari jika ia sudah berbicara terlalu jauh. Mungkin kata-kata Eun Kyo barusan terdengar seperti serentetan kata biasa, tapi kata-kata itu seharusnya menjadi kata yang tidak perlu ia ucapkan didepan Kyuhyun.

 

Eun Kyo memutar kepalanya ke arah dimana Kyuhyun berada. Dilihatnya raut wajah Kyuhyun saat ini yang juga tengah menatapnya. Datar. Ya, Kyuhyun tidak menampilkan ekpresi apapun. Pria itu terkesan terlihat datar masih dengan kedua matanya yang menatap Eun Kyo. Gadis itu pun berdehem mencoba untuk mencairkan suasana yang sedikit aneh karna -mungkin- efek dari kecerobohannya.

 

“Sepertinya udara diluar bertambah dingin. Lebih baik kita masuk kedalam”Eun Kyo memutuskan untuk beranjak dari ayunan kayu itu dan masuk kedalam rumah. Sebenarnya ia masih ingin menikmati udara malam yang menurutnya menyejukkan itu apalagi bersama dengan Cho Kyuhyun yang semakin membuatnya betah berlama-lama diluar. Namun ia juga takut jika Kyuhyun mulai curiga dengan kata-kata barusan. Setidaknya Eun Kyo harus mengalihkan perhatian Kyuhyun.

 

Langkah Eun Kyo terhenti ketika merasakan sebuah tangan kini tengah menggenggam erat pergelangan tangannya. Eun Kyo tahu siapa orang yang melakukannya, siapa lagi kalau bukan pria yang baru saja duduk disampingya. Sedikit demi sedikit gadis itu mulai memutar tubuhnya untuk berdiri berhadapan dengan pria itu. Ia sebenarnya takut. Takut jika tiba-tiba Kyuhyun menyadari perkataan Eun Kyo beberapa menit yang lalu. Kyuhyun pria yang jenius, tipe pria yang teliti dan tidak akan melewatkan hal-hal sekecil apapun yang membuat pria itu merasa penasaran.

 

“Kau. Bisa kau lanjutkan kembali ucapanmu yang sempat terhenti”Ujar Kyuhyun menatap kedua manik mata Eun Kyo serius.

 

***

 

THREE DAYS LATER

 

Hari ini Mi Young beserta para ayah dan ibu kembali ke rumah setelah beberapa hari ini menikmati waktu liburan mereka di Pulau Jeju. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, mereka pun akhirnya sampai di rumah masing-masing dengan selamat. Terutama Hwang Mi Young, saat ini gadis itu tengah berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya di taman belakang rumahnya untuk sekedar berbagi pengalaman masa liburannya disana.

 

“Yak! Tuan Cho, kau sungguh menyebalkan. Aku kira kau ikut berlibur ke Pulau Jeju dengan kami, tapi apa? Kau sama saja dengan Eun Kyo, tidak ikut berlibur dan membiarkan aku disana sendirian”Mi Young mempoutkan bibirnya. Gadis itu sangat kecewa dengan Kyuhyun, termasuk juga Eun Kyo karna ketidakhadiran mereka berdua untuk liburan bersama di Pulau Jeju.

 

Kyuhyun dan Eun Kyo hanya bisa terkekeh geli melihat ekspresi Mi Young itu“Ya! Bukankah disana ada Ahjussi dan Ahjumma? Dan juga ada kedua orang tuaku dan Eun Kyo? Bagaimana bisa kau mengatakan sendirian? ”Tanya Kyuhyun terlihat heran dengan ucapan Mi Young yang lebih tepat disebut complain itu.

 

“Maksudmu para orang tua itu? Hah yang benar saja. Kau tahu mereka begitu sibuk menikmati waktu bersama pasangan masing-masing tanpa mempedulikanku. Bahkan aku merasa seperti ditelantarkan, jalan-jalan dipinggir pantai, bermain pasir dan berfoto-foto sendirian. Itu sungguh membosankan”Keluh Mi Young.

 

“Yang terpenting saat ini kau sudah kembali ke rumah bukan? Jadi kau tidak perlu merasakan kebosanan itu lebih lama”Ujar Eun Kyo tersenyum geli melihat Mi Young mengerucutkan bibirnya.

 

“Kyo-ya, pembelaanmu sama sekali tidak membantu”

 

Mereka bertiga begitu larut dalam percakapan yang mereka ciptakan sejak beberapa menit yang lalu. Menghabiskan waktu mereka hanya untuk saling mengejek satu sama lain adalah suatu moment dimana mereka bisa melepas rasa lelah dalam diri mereka masing-masing.

 

***

 

Keesokan harinya Eun Kyo sudah bersiap-siap untuk pergi ke universitas. Setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan dengan kedua orang tuanya, Eun Kyo meninggalkan rumah dan berjalan menyusuri trotoar yang akan mengantarkannya ke halte bus terdekat. Memang hari ini Eun Kyo berencana akan berangkat menggunakan bus, mengingat kemarin Kyuhyun memohon padanya untuk memberikan kesempatan Kyuhyun berangkat bersama dengan Mi Young hanya berdua. Catat itu. Hanya berdua.

 

Sebagai sahabat yang baik atau mungkin lebih tepatnya sebagai gadis yang cintanya bertepuk sebelah tangan, Eun Kyo hanya bisa mengikuti kemauan pria itu. Toh bukankah ini lebih baik daripada ia harus melihat kedekatan Kyuhyun dan Mi Young dengan mata kepalanya sendiri.

 

Setelah menunggu beberapa menit, sebuah bus berhenti tepat didepan Eun Kyo. Gadis itu pun segera beranjak dari kursi halte dan berjalan memasuki bus tersebut. Di dalam bus, Eun Kyo mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yang masih kosong, beruntungnya gadis itu saat dilihatnya ada sebuah bangku kosong tepat disamping seorang pria yang tengah menundukkan kepalanya, tanpa menunggu lama Eun Kyo pun sudah mendudukkan dirinya dibangku itu.

 

“Neo!”Tunjuk Eun Kyo dengan jari telunjuknya pada seseorang yang duduk tepat disampingnya. Ia benar-benar terkejut melihat seorang pria yang bisa dibilang tidak begitu asing baginya.

 

“Kau. Bukankah kau adalah pria yang beberapa waktu lalu pernah tertabrak oleh mobil kami?”Tanya Eun Kyo seketika mengingat kejadian yang sudah beberapa waktu lalu terjadi. Kecelakaan yang tiba-tiba terjadi dan si korban pergi begitu saja sebelum Eun Kyo dan Mi Young mengobati pria itu.

 

“Ah? Kau si penabrak itu? Senang bertemu denganmu”Ujar pria itu tersenyum. Sepertinya lama-lama Eun Kyo bisa gila jika terlalu lama dalam situasi ini. Bukan karna terpesona dengan senyuman pria itu, tetapi karna ekspresi pria itu lah yang membuat Eun Kyo heran. Bagaimana bisa pria itu tersenyum seolah tidak terjadi sesuatu, sementara Eun Kyo merasa ketakutan karna selama ini terus saja dihantui oleh rasa bersalahnya.

 

“Lee Donghae imnida”Pria itu mengulurkan tangannya didepan Eun Kyo. Pria yang memperkenalkan dirinya dengan nama Lee Donghae itu terus tersenyum menatap gadis yang ada didepannya itu yang sedari tadi merasa heran dengan sikap pria itu.

 

Perlahan-lahan Eun Kyo mengulurkan tangannya untuk membalas uluran tangan Donghae“Lee Eun Kyo imnida”Jawab Eun Kyo kini ikut memperkenalkan diri.

 

“Marga kita sama. Kau mahasiswi dari jurusan matematika kan?”Donghae melepas uluran tangannya. Pria itu kini beralih memperhatikan wajah Eun Kyo.

 

“Ne? Tunggu. Bagaimana kau bisa tahu?”Eun Kyo sedikit terkejut mendengar pertanyaan pria disampingnya itu.

 

“Jawabannya mudah, karna aku kuliah di universitas yang sama denganmu dan aku selalu memperhatikanmu”

 

“Mwo? Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?”Eun Kyo terlihat mengernyitkan dahinya. Mengingat-ingat apakah ia pernah melihat pria itu di universitas atau pun dikelasnya.

 

“Karna kau tidak pernah menyadari keberadaanku, aku selalu memperhatikanmu sejak aku tahu kau kuliah ditempat yang sama denganku”Ujar Donghae tersenyum manis menatap ekspresi kebingungan gadis yang ada disampingnya itu.

 

Eun Kyo hanya diam menatap wajah Donghae. Ia masih mencari kebenaran dari penjelasan pria itu barusan. Benarkah selama ini Donghae selalu memperhatikannya? Tapi kenapa? Apa pria itu menyimpan dendam dengannya? Ah. Tidak. Tidak. Itu tidak benar, ia terlalu berpikiran negatif. Lalu untuk apa? Eun Kyo terus berkutat dengan pikirannya tanpa sadar membuat Donghae tersenyum melihat ekspresi gadis itu.

 

“Ya!”Donghae menjentikkan jarinya tepat didepan wajah Eun Kyo. Membuat gadis itu mau tak mau sadar dari lamunannya.

 

“Ayo turun, kita sudah sampai. Kau tidak berniat terus duduk didalam bus ini dan mengikuti kemana supir bus akan membawamu kan?”Tanya Donghae tersenyum jail.

 

“Mwo? Aniyo”Eun Kyo pun berdiri dari duduknya untuk segera keluar dari bus itu dan diikuti oleh Donghae yang berjalan mengekor dibelakang gadis itu.

 

 

Eun Kyo dan Donghae berjalan berdampingan memasuki area universitas tempat mereka menuntut ilmu. Entah ini memang perasaan Eun Kyo saja atau bukan, saat ini banyak orang yang tengah menatap ke arah mereka. Terutama para gadis yang kini menatap Eun Kyo dengan tatapan terkejutnya.

 

“Donghae-ssi. Bisa kau jelaskan padaku kenapa mereka menatap ke arah kita dengan tatapan seperti itu?”Tanya Eun Kyo sedikit risih karna tatapan-tatapan itu.

 

“Aku rasa kau memang tidak mengenalku”

 

“Mwo? Maksudmu?”

 

Donghae menghentikkan langkahnya dan berdiri tepat dihadapan Eun Kyo. Lagi-lagi pria itu menampilkan senyum mautnya yang selalu membuat para gadis jatuh pingsan seketika saat melihatnya, tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Eun Kyo yang saat ini malah menampakkan kernyitan didahinya yang menandakan ia tengah kebingungan.

 

“Kau akan segera mengetahuinya Nona Lee”Ujar Donghae berjalan meninggalkan Eun Kyo yang masih berdiri ditempatnya dengan menyisakan pertanyaan-pertanyaan dikepala gadis itu.

 

***

 

Eun Kyo terlihat berjalan meninggalkan kelasnya. Beberapa menit yang lalu kelasnya sudah berakhir dan ini saatnya untuk gadis itu kembali ke rumah dan menikmati waktu santainya. Ditengah perjalanan Eun Kyo berpapasan dengan seorang pria yang baru saja ia temui pagi tadi. Pria itu berdiri tepat dihadapan Eun Kyo dengan mengembangkan senyumnya.

 

“Kau, kenapa kau ada disini? Bukankah—”

 

“Menunggumu”Jawab Donghae memotong kalimat Eun Kyo. Membuat gadis itu kembali mengernyitkan dahinya.

 

“Menungguku?”Tunjuk Eun Kyo pada dirinya sendiri“Kenapa kau menungguku? Apa ada masalah?”

 

“Tidak ada. Aku hanya merasa lelah jika harus memperhatikanmu secara diam-diam. Aku ingin melihatmu dari jarak dekat seperti ini”Donghae memegang rambut halus milik Eun Kyo yang memang sengaja diurai oleh gadis itu. Ia sedikit terkejut dengan sikap pria yang baru dua kali ditemuinya itu, bagaimana bisa pria itu melakukan hal ini padanya? Ah! Atau jangan-jangan— Akh! Eun Kyo tidak ingin membayangkannya.

 

“A-apa, apa yang kau lakukan?”Tanya Eun Kyo sedikit gelagapan. Mengingat saat ini jaraknya dengan pria bermarga Lee itu cukup dekat.

 

“Sepertinya teman-temanmu datang”Jawab Donghae mengalihkan perhatian Eun Kyo. Gadis itu pun membalikkan badannya melihat dua orang sahabatnya berjalan mendekat ke arahnya.

 

“Kyo-ya, kenapa kau berdiri disini? Dan— siapa pria ini?”Mi Young berdiri disamping Eun Kyo. Mata gadis itu sedikit melirik ke arah pria asing yang ia maksud yang saat ini tengah berdiri didepan mereka.

 

“Omo! K, kau, bukankah kau pria yang saat itu tertabrak oleh mobil kami?”Ujar Mi Young terkejut. Ia baru menyadari bahwa pria itu adalah pria yang pernah tertabrak oleh mobilnya. Entah ini takdir atau bukan, tapi ini benar-benar membuat Mi Young sedikit ketakutan mengingat saat itu Mi Young tidak melakukan apa-apa termasuk membawa pria itu ke rumah sakit.

 

“Senang mengetahui jika kau masih mengingatku”Donghae kembali memperlihatkan senyumnya“Perkenalkan aku Lee Donghae”

 

Donghae menjabat tangannya didepan Mi Young. Sementara gadis itu terus menatap wajah Donghae masih dengan keterkejutannya tanpa menyadari bahwa pria itu ingin Mi Young membalas uluran tangannya sekedar sebagai tanda perkenalan. Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa mendesah, tidak membuang waktu lagi Kyuhyun sudah membalas uluran tangan Donghae, membuat pria bermarga Lee itu sedikit terkejut.

 

“Cho Kyuhyun”Ujar Kyuhyun memperkenalkan diri dan segera melepas uluran tangannya.

 

“Ah, mianhae. Namaku Hwang Mi Young”Mi Young ikut memperkenalkan diri setelah sadar dari keterkejutannya.

 

Melihat itu Eun Kyo hanya bisa menggelengkan kepalanya. Namun detik berikutnya ia merasa ada sesuatu yang aneh diantara Kyuhyun dan Lee Donghae. Kedua pria itu saling bertatapan bahkan terkesan enggan untuk melepaskannya satu sama lain. Tidak ingin berimajinasi terlalu jauh, Eun Kyo lebih memilih mengajak Mi Young untuk segera pergi dari sana.

 

“Mi Young-ah, bagaimana jika kita pulang bersama?”

 

“Ah ne, kajja aku juga ingin segera pulang”Mi Young pun menarik tangan Eun Kyo dan berjalan meninggalkan kedua pria itu yang masih berdiri berhadapan ditempat semula.

 

Kyuhyun masih menatap Donghae dengan tatapan dinginnya“Kau. Siapa kau sebenarnya?”Tanya Kyuhyun akhirnya setelah bermenit-menit lamanya pria itu terus memendam rasa penasarannya.

 

Donghae sedikit menampakkan smirk-nya“Aku? Aku pria yang sangat mengagumi kedua gadis itu”

 

“Mwo? Maksudmu Mi Young dan Eun Kyo?”

 

“Tentu. Kau harus berhati-hati”Jawab Donghae meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri menatap punggung pria itu, menyisakan banyak pertanyaan dikepala Kyuhyun tentang apa maksud dari kata-katanya. Kyuhyun sebenarnya terkejut mendengar jawaban pria bernama Donghae itu. Sebenarnya siapa pria itu? Bagaimana bisa ia begitu terang-terangan dihadapan Kyuhyun bahwa ia mengagumi Mi Young dan Eun Kyo, padahal mereka baru saja bertemu. Tunggu, jangan-jangan selama ini Donghae adalah penguntit yang selalu mengikuti Mi Young dan Eun Kyo kemanapun. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Kyuhyun akan melakukan apapun untuk mengetahui siapa Donghae sebenarnya dan apa maksud kemunculan pria itu yang begitu tiba-tiba.

 

“Kau sepertinya mencoba untuk bermain-main denganku”Ujar Kyuhyun terus menatap punggung Donghae yang semakin menjauh dengan tatapan dinginnya.

 

 

TO BE CONTINUED

Iklan

6 thoughts on “If You Love Me More [7/?]

  1. Bgus thorrr,, akhirnya sii nemo mnculjg..
    Bkn kyu cmbru ma hae cz kyake sii kyu udh pnya rsa ma eun kyo tu..
    Next part jgn lma2 thorr,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s